|
|
|
KEGIATAN
PENGEMBANGAN DIRI DAN MULOK
Kegiatan
pengembangan diri meliputi BimbinganKonseling dan
Ekstrakulikuler, sedangkan Muatan Lokal terdiri dari
Kewirausahaan dan Bahasa Mandarin.
Pengembangan Diri
Pengembangan diri merupakan kegiatan di luar jam
pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum
sekolah. Kegiatan pengembangan diri dilakukan
melalui layanan bimbingan konseling (BK) dan
kegiatan ekstrakurikuler (Ekskul), yang
pelaksanaannya dibimbing oleh guru-guru BK dan
pembina Ekskul.
Secara umum, pengembangan diri bertujuan untuk
memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan
perkembangan peserta didik dan memperhatikan kondisi
SMA Santo Yoseph. Tujuan khusus pengembangan diri
adalah menunjang pendidikan peserta didik dalam
mengembangkan minat, bakat, kemandirian, kemampuan
bermasyarakat, kemampuan untuk memecahkan masalah,
kehidupan keagamaan, dan lain-lain.
Pengembangan diri dibagi menjadi 2 komponen, yaitu:
-
Bimbingan Konseling, meliputi:
- kehidupan pribadi
- kemampuan belajar
- kemampuan sosial
- wawasan dan perencanaan karir
-
Ekstrakurikuler, meliputi:
- keagamaan
- latihan kepemimpinan, karya ilmiah dan PMR
- apresiasi seni, pencinta alam, olahraga dan
beladiri
Muatan Lokal (MULOK)
-
Kewirausahaan(kelas XI)
Kewirausahaan merupakan bekal pendukung dalam
mengembangkan ketrampilan dan interaksi dan
sebagai salah satu Ketrampilan dalam usaha di
kerumahtanggaan, mengingat Indonesia negara
Agraris. Olehkarena itu, SMA Santo Yoseph
menetapkan keterampilan Kewirausahaansebagai
muatan lokal untuk kelas XI IPA dan IPS.
-
Bahasa Mandarin (kelas XII)
Bahasa Mandarin merupakan salah satu alat
komunikasi dan interaksi di bidang bisnis. Oleh
karena itu, SMA Santo Yoseph menetapkan
keterampilan bahasa Mandarin sebagai muatan
lokal untuk kelas XII IPA dan IPS.
|